Sabtu, 24 Februari 2007

PERPULUHAN

Perpuluhan istilah yang tak asing lagi bagi kita umat kristen. Konon menurut hikayat dari Alkitab, perpuluhan dimulai dari Abraham ketika menyerahkan hasil peperangannya sebesar 10% (sepuluh persen) kepada raja Salem, yang juga Imam Allah yang Maha Tinggi yaitu Melkisedek.

"Melkisedek, raja Salem yang juga menjabat imam Allah Yang Mahatinggi, membawa roti dan anggur untuk Abram,
lalu memberkati Abram, katanya, "Semoga Allah Yang Mahatinggi, yang telah menciptakan langit dan bumi, memberkati Abram!
Terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah memberikan kepadamu kemenangan atas musuhmu." Setelah itu Abram memberikan kepada Melkisedek sepersepuluh dari segala barang rampasan yang telah dibawanya kembali.
"(Kej 14:18-20 - BIS)

Itulah awal mula perpuluhan diberikan kepada Tuhan oleh umatNya yang tercatat dalam Alkitab, mungkin saja sebelum Abraham orang-orang sudah memberikan perpuluhan tersebut kepada Tuhan. Kisah mengenai perpuluhan berlanjut, dimana Yakub juga bernazar kepada Tuhan, hal ini dapat dilihat dalam ayat dibawah ini

"Lalu bersumpahlah Yakub, "Jika TUHAN menolong dan melindungi saya pada perjalanan ini serta memberikan kepada saya makanan dan pakaian
sehingga saya kembali ke rumah ayah saya dengan selamat, TUHAN akan menjadi Allah saya.

Dan saya akan memberikan kepada TUHAN sepersepuluh dari segala sesuatu yang TUHAN berikan kepada saya.
Batu peringatan yang saya tegakkan ini akan menjadi tempat pemujaan bagi TUHAN."
."
(Kej 28:20-22 - BIS)

Kemudian Allah membuat ketetapan perpuluhan ini menjadi ketetapan dari sorga yang resmi berlaku atas seluruh umat Israel, ketetapan ini diberikan ketika umat Israel berada di padang gurun
"Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh
hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun".
(Ulangan 14:22)

Resmilah ketetapan perpuluhan ini menjadi ketetapan yang sah dan berasal dari sorga, tidak ada satu ayatpun dalam seluruh Alkitab, yang membatalkan perpuluhan tersebut, sehingga kini yang menjadi pertanyaan sudahkah kita membayar perpuluhan kita?
Dalam Alkitab perjanjian Baru, kisah mengenai perpuluhan memang tidak ditulis secara jelas, sehingga banyak orang berkilah, bahwa perpuluhan itu hanya berlaku dalam kitab Perjanjian Lama.
Yah begitulah manusia, ada aja alasannya agar tidak membayar perpuluhan.

Dalam Perjanjian Baru, ada kisah dimana Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang Farisi yang berdoa "aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku" (Lukas 18:12). Nah, kalau memang perpuluhan memang sudah tidak berlaku lagi, tidak mungkin Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan tentang orang Farisi yang menyerahkan sepersepuluh dari penghasilannya. Hal ini menandakan bahwa perpuluhan masih terus berlaku, bahkan ketika Tuhan Yesus masih hidup dan berada di dunia.

Mau tau lebih banyak tentang perpuluhan, kalau yang tadi perumpamaan tentang orang Farisi yang diceritakan Tuhan Yesus, sekarang kisah beneran. Ingat nggak, ada seorang muda kaya yang datang kepada Yesus dan berkata, "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" (Lukas 18:18), dan ingat, pemuda ini telah melakukan semua hukum Taurat dalam hidupnya, tapi apa kata Yesus,

"Mendengar itu, Yesus berkata, "Masih ada satu hal yang harus kaulakukan: Juallah semua milikmu, berikanlah uangnya kepada orang miskin, dan engkau akan mendapat harta di surga. Setelah itu datanglah mengikuti Aku".
(Lukas 18:22 - BIS)

Nah, udah jelas sekarang konsep perpuluhan menurut Perjanjian Baru. Mau ikut mana...Yah, ngasih 10% aja susahnya setengah mati, gimana mau kasih seluruh harta.

Sebenarnya kalau kita mempunyai konsep yang benar dalam hati kita tentang harta yang kita miliki, kita pasti akan bersyukur karena Tuhan hanya menghendaki 10% dari Harta milikNya yang dititipkan kepada Kita. Ingat !, semua yang kita miliki, milik Allah. Tidak ada satupun yang kita miliki, nggak percaya, coba lihat ....kalau orang mati, ada nggak yang bawa harta kekuburan, ayo...ada nggak yang ikut nguburin mobilnya, rumahnya, atau depositonya,,, kalo ada tolong bilangin saya.

Ayub berkata,
"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
(Ayub 1:21)

Mazmur 24 ayat 1 berkata,
"TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya,
dan dunia serta yang diam di dalamnya".

Perpuluhan diminta Tuhan, bukan karena Tuhan kita miskin, sehingga mengambil pajak dari kita, bukan saudara...perpuluhan diminta Tuhan agar kita mau berbagi penghasilan kita dengan saudara-saudara kita yang tidak mendapat berkat dari Tuhan seperti kita. Tuhan menginginkan agar kita menjadi mahluk sosial, mahluk yang mau menolong sesama, Tuhan mau agar kita selalu bersyukur dan berterima kasih atas segala berkatNya kepada kita, dan juga agar kita mau berbagi, khususnya kepada saudara seiman kita yang menderita kekurangan.

Banyak orang merasa susah kalau memberi perpuluhan, mereka memberi alasan, bahwa penghasilan mereka kecil, "buat hidup sendiri aja nggak cukup, gimana mau dibagi lagi?", demikian alasan mereka.

Sobat, Tuhan kita bukanlah Tuhan yang mau membuat anak-anakNya menjadi miskin, tidak sobat!, dikala kita memberi perpuluhan dengan sepenuh hati, dan tidak menggembar-gemborkan pemberian kita tersebut, maka Tuhan akan memberikan balasan berlipat kepada kita.

Hebatnya lagi orang kristen sering mengambil ayat ini untuk mengelak membayar perpuluhan:

"Setiap orang harus memberi menurut kerelaan hatinya.
Janganlah ia memberi dengan segan-segan atau karena terpaksa,
sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan senang hati."
(2 Korintus 9:7-BIS).

Ha...ha...ha bagus ya ayatnya, pinter banget kalau mau nolak bayar perpuluhan......

Yang menjadi masalah sekarang ini ialah, karena perpuluhan tersebut merupakan ketetapan dari sorga yang telah disahkan oleh Majelis Permusyawaratan Sorga dan berlaku untuk seluruh penduduk bumi, maka apabila kita tidak memberikan perpuluhan, Tuhan akan mengambil sendiri perpuluhan tersebut dari kita.

Caranya??? Mungkin dengan sakit penyakit, sehingga harus dikeluarkan uang untuk biaya pengobatan, atau bermacam-macam kejadian lainnya, rumah rusak, mobil rusak, sepeda motor rusak, kecelakaan dan lain-lain.

Nah, kalau kita mau hidup tenang, semakin diberkati Tuhan, cobalah memberi perpuluhan. Ingat, Firman yang keluar dari mulut Tuhan, tidak pernah kembali dengan sia-sia, jadi kalau sudah keluar Firman mengenai perpuluhan, apakah mungkin Firman tersebut dibatalkan?


Yesus juga membayar Perpuluhan

1 Comment:

RAMCEST said...

MANTAF TULISANNYA GA BOLEH NEGO2.JEMPOL